8 Perempuan Paling Berkuasa di Politik Dunia


Segala-info.net 8 Perempuan Paling Berkuasa di Politik Dunia. Saat ini telah banyak tokoh perempuan yang memimpin suatu wilayah bahkan negara. Tak dimungkiri kini perempuan kini tak lagi dianggap sebagai sosok ke-dua dalam dunia politik dan pemerintahan. Di negara-negara lainnya sudah ada banyak perempuan yang duduk di kursi pemeritahan dan punya sumbangsih besar bagi perpolitikan negaranya. Tak jarang kinerja mereka juga mendapat sorotan dari seluruh dunia. Nah, dari sekian banyak perempuan pemimpin di seluruh dunia ini, ada 8 Perempuan Paling Berkuasa di Politik Dunia. Berikut rangkuman yang dihimpun dari CNN Indonesia.
Michelle Obama - Foto: (Alex Wong/Getty Images)
1. Michelle Obama
Sosok Michelle La Vaughn Robinson lebih dikenal sebagai Michelle Obama, ibu negara Amerika pertama yang berasal dari keturunan Afrika-Amerika.

Sebelum mendampingi suaminya, Barack Obama, perempuan berusia 52 tahun ini dulunya adalah seorang staf di kantor hukum Sidley & Austin. Bukan hanya seorang ibu negara, dia juga menjadi seorang figur publik yang inspiratif sekaligus modis, dan jadi panutan banyak perempuan.

Selama menjadi ibu negara, Michelle melakukan banyak hal termasuk menggalakkan kebiasaan makan sehat. Dia juga mengambil bagian dalam peran penting untuk membantu mencegah obesitas anak. Tidak hanya itu, Michelle pun menjadi penggagas inisiatif internasional untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi perempuan di seluruh dunia lewat program Let Girls Learn. (chs)

Margaret Thatcher - Foto: Roger Jackson/Central Press/Getty Images
2. Margaret Thatcher
Margaret Hilda Roberts atau yang lebih dikenal sebagai Margaret Thatcher adalah mantan Perdana Menteri Inggris. Thatcher lebih dikenal sebagai Iron Lady. Sebutan itu diberikan kepadanya karena dia dikenal sebagai sosok perempuan yang tak kenal kompromi dan tegas.

Dia adalah perdana menteri perempuan pertama di Inggris dengan masa jabatan dari 1979-1990. Thatcher merupakan perdana menteri dengan masa jabatan yang paling lama di Inggris. (chs)
Theresa  May- Foto: Reuters
3. Theresa May
Pasca mundurnya David Cameron sebagai perdana menteri Inggris, Theresa May ditunjuk menjadi penggantinya. May menjadi perempuan keempat yang didapuk memegang kekuasaan tinggi di Inggris. Sebelum menjadi perdana menteri, May juga pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri di tahun 2010.

Perempuan yang berkiprah di dunia politik Inggris adalah Margaret Thatcher (perdana menteri), Margaret Beckett (menteri luar negeri) dan Jaqui Smith (menteri dalam negeri). (chs) 

Benazir Bhutto - Foto: John Moore
4. Benazir Bhutto
Benazir Bhutto adalah mantan perdana menteri Pakistan ke-11. Dia menjabat sebagai perdana menteri Pakistan dimulai pada tahun 1988.

Dalam kampanye pemilunya, Bhutto menyuarakan masalah-masalah seputar perempuan, termasuk masalah kesehatan dan juga diskriminasi di bidang sosial dan ekonomi. (chs)
Ratu Elizabeth II - Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne
5. Ratu Elizabeth II
Ratu Elizabeth II memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary. Perempuan berusia 90 tahun ini naik tahta pada tanggal 6 Februari 1952.

Sebagai seorang ratu Inggris, Ratu Elizabeth memiliki kekuasaan yang besar. Dia menguasai tujuh negara persemakmuran, termasuk Inggris, kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka. Sekarang ini, sebagai Ratu Inggris, dia juga menguasai Jamaika, Barbados, Bahama, Grenada, papua Nugini, Solomon, Tuvalu, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Belize, Antigua dan Barbua, serta Saint Kitts dan Nevis.

Masa pemerintahannya selama 64 tahun ini merupakan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Inggris, mengalahkan Ratu Victoria yang berkuasa selama 63 tahun dan 112 hari.
Aung San Suu Ki - Foto: Jorge Silva
6. Aung San Suu Ki
Aung San Suu Kyi adalah aktivis prodemokrasi Myanmar dan juga pemimpin National League for Democracy. Dia adalah sosok perempuan yang dihormati oleh pengikutnya. Bahkan dia dipanggil sebagai Daw Aung San Suu Kyi. Daw adalah sebutan penghormatan yang mirip dengan sebutan ibu atau madam.

Tahun 2012 Suu Kyi mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2015. Akan tetapi langkahnya terjegal. Namun karena partainya berhasil menang dalam pemilihan, dia mendapatkan kursi untuk kembali ke DPR.

Di bulan Maret 2016 lalu, Suu Kyi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Menteri Kerumahtanggan Presiden, Menteri Pendidikan dan Tenaga Listrik, Menteri Energi di pemerintahan Presiden Htin Kyaw. Tanggal 1 April 2016, presiden, House of Nationalities, dan DPR menetapkan Suu Kyi menduduki posisi State Counsellor. Posisi ini setara dengan perdana menteri. (chs) 
  
Angela Merkel - Foto: REUTERS/Stefanie Loos
7. Angela Merkel
Bernama asli Angela Dorothea Merkel adalah seorang politikus dan mantan peneliti Jerman. Dia dinobatkan jadi kanselir sejak 2005 lalu. Merkel adalah perempuan pertama yang menjadi kanselir Jerman.

Merkel terjun ke dunia politik pasca-revolusi di tahun 1989. Setelah terpilih menjadi kanselir Jerman di tahun 2005, Merkel juga terpilih sebagai Presiden Dewan Eropa di tahun 2008. Dia juga mengetuai forum G8 sekaligus menjadi pemain inti dalam perundingan Perjanjian Lisbon dan Deklarasi Berlin.

Merkel pernah terpilih sebagai tokoh paling berkuasa kedua di dunia versi majalah Firves tahun 2012 dan 2015. Tanggal 26 Maret 2014, Merkel juga secara resmi menjadi kepala pemerintahan petahana dengan masa jabatan terlama di Uni Eropa. (chs) 

Hillary Clinton - Foto: Getty Images
8. Hillary Clinton
Hillary Diane Rodent lebih dikenal sebagai Hillary Clinton adalah istri dari mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton.

Dia sempat menjadi first lady Amerika Serikat selama dua periode. Sebelum menjadi ibu negara, Hillary adalah seorang pengacara. Dia juga tergolong cukup aktif di dunia pemerintahan dan politik. Dia sempat menjadi senator di negara bagian New York tahun 2000. Pada Januari 2007 dia menyatakan diri untuk mencalonkan jadi presiden Amerika tahun 2008.

Namun kenyataannya dia kalah oleh senator Barack Obama yang terpilih jadi presiden. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat sampai tahun 2013 dan digantikan oleh John Kerry. Saat ini karier politiknya juga terus maju. Dia kembali mencalonkan diri untuk jadi presiden dan perjuangannya berhasil karena resmi menyandang gelar calon presiden perempuan pertama di Amerika. (chs)

Posting Komentar

0 Komentar